
Perawatan kendaraan niaga, dan juga pemilihan suku cadang menjadi hal yang cukup penting. Pasalnya, mobil jenis komersial ini, pastinya digunakan secara terus menerus untuk kebutuhan bisnis dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Namun, memang di pasar kendaraan komersial, ada karakteristik konsumen pemilik mobil niaga ini yang cukup unit, khususnya dalam hal pemilihan suku cadang.
Dijelaskan Budhi Prasetyo, Part & Service Business Solution Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), memang preferensi konsumen terhadap pemilihan suku cadang tergantung kepada karakter komponen yang digunakan.
Dengan begitu, jenama kendaraan niaga asal Jepang ini, juga menyediakan pilihan dua suku cadang, yaitu genuine part yang memang langsung diimpor dari Jepang, dengan harga yang cukup tinggi dan juga varian yang lebih terjangkau, dengan produk buatan lokal tapi dengan kualitas yang tetap terjaga.
“Kalau yang sifatnya jarang diganti, merek (konsumen) memang lebih prefer yang genuine (asli) karena lebih fokus ke realibility,” ujar Budhi, saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Lanjut Budhi, untuk komponen diganti secara berkala seperti filter atau kampas rem, karena konsumen pastinya akan lebih memilih spare part yang cenderung lebih terjangkau.
“Kita punya opsi untuk part yang harganya lebih kompetitif, memang lokal made tapi tetapn resmi dari kita, dan sudah melalui proses pengembangan (development),” tegas Budhi.
Pilihan Spare Part dari Isuzu
Sementara itu, pilihan-pilihan komponen kendaraan niaga ini, sama-sama diminati oleh konsumen. Bahkan, komposisinya bisa 50-50 karena memang semuanya balik ke kebutuhan pemilik kendaraan atau pengusaha.
“Secara kasa, mungkin sekitar 50 persen impor, 50 persen lokal. Tapi, itu tidak bisa dilihat detail karena tergantung jenis part dan kebutuhan konsumen,” tegasnya.
Selain itu, memang dari pilihan spare part, baik dari genuine atau produk lokal, tidak semua komponen tersedia. Sebagai contoh, untuk ECU (electronic control unit) ECU dan cluster meter, hanya tersedia genuine atau didatangkan langsung dari Jepang dan tidak diproduksi lokal.
Pasalnya, komponen tersebut memang jarang rusak dan diganti. Selain itu, untuk yang fast moving, seperti filter, dan kampas rem, tersedia varian buatan lokalnya.
“Setiap part itu tidak bisa diratakan perbedaan harganya, karena sangat bervariasi. Kita juga melihat kompetitor, termasuk yang ada di aftermarket,” tukas Budhi.